Yuk Kenali Faktor Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

Bagi pasangan suami istri, tentu saja mendambakan jika kelak anaknya dapat tumbuh kembang dengan baik dan sehat. Agar impian tersebut terkabulkan, bunda harus memperhatikan janin agar tumbuh dengan optimal. Pentingnya untuk mengetahui adanya faktor penghambat pertumbuhan janin sejak dini, membantu bayi terlahir sempurna. Berikut faktor penyebab pertumbuhan janin terhambat yang harus diketahui.

Beberapa Faktor Penyebab Janin Mengalami Keterlambatan Tumbuh

1. Kurangnya Asupan Asam Folat

Mungkin anda tidak menyadari, bila keterlambatan mengkonsumsi asam folat bisa menyebabkan kefatalan pada kehamilan. Apabila kebutuhan akan asam folat tidak terpenuhi dengan sempurna, akan beresiko adanya cacat pada tempurung kepala beserta punggung bayi anda. Tidak berhenti disana, kemungkinan bayi terkena indeksi aktif toksoplasma juga bisa berpotensi menimbulkan kecacatan atau bahkan keguguran.

2. Terkena Serangan Penyakit Tertentu

Adanya penyakit tertentu yang menyerang saat kehamilan, ternyata juga mampu menimbulkan kecacatan pada janin. Penyakit tersebut tentunya diakibatkan oleh adanya gangguan lingkungan sekitar ataupun dari dalam tubuh sang ibu sendiri. Oleh karenanya, dibutuhkan untuk melakukan vaksinasi seperti MMR dan varicella. Dimana vaksin tersebut sudah diperlukan, sejak pasutri merencanakan kehamilan.

Yuk Kenali Faktor Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

3. Obesitas

Kelebihan berat badan, bisa menjadi salah satu faktor penyebab pertumbuhan janin terhambat. Sebab obesitas ternyata mampu meningkatkan proses peradangan, yang terjadi pada berbagai sel yang ada di dalam tubuh. Akibatnya, produsi radikal bebas pun trus meningat dan mengalami penumpukan. Kondisi inilah yang berpotensi timbulkan gangguan, ketika memasuki proses nidasi.

4. Pertumbuhan Terganggu

Banyak dari kasus keguguran, diakibatkan adanya ketidaksempurnaan pertumbuhan pada janin. Ketidak sempurnaan tersebut bisa diakibatkan adanya kelainan kromosom, faktor gizi yang tidak terpenuhi, hingga adanya infeksi yang terjadi pada janin mampu menghambat dirinya untuk tumbuh. Bahkan kondisi ini juga memungkinkan janin mengalami kematian mudigah, sehingga dirinya tidak mengalami pertumbuhan kembali.

5. Kelebihan Atau Kekurangan Gizi

Kekurangan kandungan gizi dalam tubuh, tentu saja tidak baik bagi pertumbuhan sang calon bayi. Tidak hanya kekurangan, namun kelebihan gizi juga bisa menjadi momok yang menakutkan bagi sang ibu. Kekurangan maupun kelebihan, mampu meningkatkan resiko janin mengalami kecacatan. Contohnya saja ketika kekurangan asam folat, janin akan mengalami kecacatan pada tempurung kepala maupun tulang punggungnya.

6. Kurangnya Hormon Progesteron

Saat masa kehamilan, sang ibu memang diwajibkan untuk memenuhi segala kebutuhan sang janin agar terus tumbuh dengan baik dan optimal. Salah satu hal yang harus dipenuhi, yaitu hormon hormon penting yang membantu untuk menyokong pertumbuhannya seperti progesteron. Apabila janin kekurangan hormon tersebut, resiko terbesar yang mungkin terjadi adalah keguguran saat memasuki kehamilan trimester pertama.

7. Terkena Infeksi Saat Kehamilan

Vaksinasi sebelum merencanakan kehamilan, begitu penting dilakukan bagi pasutri. Dengan melakukan vaksinasi, bisa menjadi langkah untuk mengurangi hingga mencegah janin mengalami keterlambatan pertumbuhan. Apabila tidak melakukan vaksinasi, ditakutkan sang ibu akan mengalami infeksi disaat tengah mengandung. Infeksi yang menjadi momok menakutkan seperti cacar air, campak, dan sebagainya.

Dimana infeksi tersebut begitu menakutkan, sehingga perlu diwaspadai keberadaanya. Sebab infeksi tersebut beresiko menular tanpa disengaja, lantaran tidak disertai dengan gejala. Hanya dengan melakukan tindakan kultur (laboraturium) ataupun pemeriksaan dari darah, untuk bisa mengetahui apakah terjangkit infeksi atau tidak.

Menunggu momen kehadiran si buah hati, menjadi momen yang begitu mendebarkan dan begitu ditunggu. Jangan sampai momen tersebut berubah menjadi sendu, lantaran janin dalam rahim berhenti tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Untuk meminimalisir hal tersebut, ada baiknya untuk mengenali sejak dini faktor penyebabnya. Dengan begitu, bunda bisa melakukan langkah pencegahan, dan bayi pun terlahir dengan selamat.