Perlu Diwaspadai, Yuk Kenali Penyebab Autis pada Anak

Autis merupakan salah satu gangguan pada perkembangan otak anak, sehingga mereka kesulitan melakukan komunikasi dengan orang lain di sekitar. Penderita autis tidak mudah menyesuaikan dalamkehidupan sehari-hari dibandingkan anak normal. Meskipun data mengenai penderita autis di Indonesia belum diketahui. Sebagai orang tua, anda perlu mewaspadai dengan mengenali beberapa penyebab autis yang terjadi pada anak.

Faktor yang Dapat Menyebabkan Autis pada Anak

1. Faktor Genetik

Autis dapat disebabkan karena perubahan genetik yang terjadi. Bedasarkan sebuah penelitian, keluarga yang memiliki anak yang autis akan memiliki peluang yang lebih besarketurunannya juga menderita penyakit autis. Kasus yang terjadi pada saudara kembar dimana salah satunya mengalami autis, maka kemungkinan besar anak kembar yang lain juga terkena hal yang sama. Hal ini karena gen tersebut mengendalikan beberapa fungsi otak.

2. Obat-Obatan Saat Hamil

Ibu hamil sebaiknya memperhatikan obat-obat yang akan dikonsumsi, seperti penggunaan obat untuk mengatasi rasa mual. Hal ini karena bisa membahayakan kondisi janin dan berpeluang mengakibatkan autis. Contoh obat seperti thalidomide sangat perlu untuk diwaspadai. Bahkan di Amerika, penggunaan obat ini sudah dilarang karena dinilai dapat menyebabkan cacat. Obat thalidomide saat ini lebih banyak digunakan untuk mengatasi penyakit kulit.

Perlu Diwaspadai, Yuk Kenali Penyebab Autis pada Anak

3. Paparan Pestisida

Ternyata pestsida juga menjadi salah satu penyebab autis yang dialami oleh anak. Hal ini karena kandunganzat aktif yang ada pada pestisida bisa menyebab beberapa fungs i tubuh terganggu. Paparan pestisida dapat mengakibatkan perubahan pada gen yang berfungsi mengatur sistem syaraf. Masuknya zat kimia pada pestisida dapat melalui beberapa cara seperti makanan. Maka dari itu, anda harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi aman.

Sayuran yang dijual dijual di pasar atau di Supermarket bisa saja mengadung pestisida tanpa disadari. Sebelum memasak atau mengkonsumsinya, anda harus mencuci sayuran dan buah terlebih dahulu sampai bersih. Atau anda dapat memilih untuk membeli sayuran atau buah organik, agar lebih terjamin dari pemakaian pestisida. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, namun hal ini sangat penting bagi kesehatan keluarga, khususnya anak pada masa berkembang.

4. Perkembangan Otak yang Terhambat

Perkembangan otak juga menjadi faktor penting anak menjadi autis. Pada otak, terdapat bagian cerebellum yang berperan dalam mengatur konsentrasi, mood dan autisme. Ketidak seimbangan sistem syaraf bisa menyebabkan anak mengalami autis sehingga kesulitan berinteraksi dengan sekitarnya. Maka dari itu, anda perlu memperhatikan perkembangan anak mulai dari bayi agar lebih waspada terhadap gejala autis yang bisa saja terjadi.

5. Usia Orang Tua

Usia orang tua yang sudah cukup tua beresiko memiliki anak yang autis. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian, dimana hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang hamil ketika berusia 40 tahun ke atas memiliki peluang yang lebih tinggi. Namun, wanita yang masih muda yaitu sekitar 20-29 tahun akan lebih aman dan sedikit resiko memiliki anak autis.

Kondisi ini bisa disebabkan karena adanya mutasi gen ketika terjadi kehamilan saat usia sudah cukup tua. Untuk menghindari hal tersebut, anda bisa merencanakan kehamilan dan jumlan anak terlebih dahulu agar tidak sampai mengalami kehamilan juga sudah memasuki kepala empat. Lakukan komunikasi pada pasangan agar lebih mengerti tujuan yang anda inginkan.

Faktor yang dapat menyebabkan autis memang beragam, baik berasal dari faktor internal seperti gen, perkembangan otak, dan usia orang tua. Bisa juga berasal dari faktor eksternal seperti penggunaan obat yang berbahaya, pemaparan pestisida dan zat kimia lainnya. Dengan mengetahui penyebab tersebut, anda bisa lebih waspada agar anak tidak sampai mengalami autis. Hal ini tentunya bisa menghambatnya untuk melakukan interaksi dengan orang lain.